Pages

Saturday, 11 May 2013

Telekomunikasi di Jerman

Roaming adalah masalah yang dijumpai setiap orang yang baru sampai di Jerman, karena kartu SIM card kita yang kita bawa dari indonesia menjadi “tidak” laku lagi. Internet tidak bisa digunakan, dan otomatis kita enggak bisa lagi pakai Whatsapp, Cek Email, atau melihat Google Map. Kita seakan tersesat di peradaban kuno! Mau akses informasi tourism, misalnya, mau tanya ke mana? Atau mau tilpon teman karena ada urusan mendadak, masakan pakai nomor dari Indonesia? Maka wajib hukumnya untuk membaca dulu sedikit pengetahuan disni untuk untuk mengenal sistem telekomunikasi di Jerman ini.


Provider

Dalam bahasa Jerman, handphone itu disebut sebagai “Handy”. Seperti di indo, ada banyak provider Handy di sini. Yang paling terkenal adalah Vodafone dan O2. Lainnya ada T-Mobile, Tschibo, dll. Ruko mereka tersebar di mana-mana, dan kita bisa melihatnya di Stadtzentrum seperti melihat kacang goreng yang berserakan.

Lalu provider mana yang sebaiknya dipilih? Ya tentu sebaiknya disesuaikan dengan komunitas dan lingkungan tempat tinggal kita. Kebanyakan provider memberi harga sangat murah untuk bertilpon dengan provider yang sama. Berbicara soal keterjangkauan sinyal, jangan pernah berpikir bahwa provider besar selalu mampu memberi sinyal yang lebih baik. Tidak. Mereka pun kadang mengecewakan di daerah tertentu.

Sedangkan soal, harga kurang lebih semua memberikan harga yang sama koq.


Prepaid atau Vertrag?

Sebellum membeli nomor tilpon, kita perlu tahu bahwa ada dua sistem pembayaran kartu, yaitu Prepaid dan Vertrag (kontrak). Sama seperti di Indo, yang prepaid bayar pulsa dulu baru pakai, sementara untuk yang Vertrag mereka akan ambil pembayaran dari rekening kita tiap bulan. Secara pribadi saya menilai yang Prepaid inilah yang lebih nyaman untuk dipakai. Mengapa?  Karena dengan sistem Prepaid kita tidak memberikan nomor rekening kita kepada pihak Provider. Artinya kita bermain “fair play” : ada uang bisa tilpon, habis pulsa tidak bisa telefon. Selesai. Habis perkara. Kita tidak perlu repot-repot mengurus sesuatu yang berbau birokrasi, misalnya pihak provider melakukan kesalahan debit sehingga uang dari rekening kita dipotong lebih lama dari perjanjian kontrak yang tertera. Atau untuk menghindari penyalahgunaan pulsa telefon kita, seandainya telefon dan SIM Card itu itu tidak lagi berada di tangan kita.

Sedangkan untuk sistem Postpaid, yang berarti menandatangani Vertrag (kontrak), kita tidak perlu repot-repot mengisi pulsa. Setiap bulan pulsa langsung otomatis terisi dari uang di rekening kita. Ada lebih banyak juga keuntungan fasilitas yang ditawarkan oleh pihak provider dengan kontrak ini. Misalnya, dengan jika dengan 15 EUR di Post paid kita bisa mendapat kuota internet 300 Mb plus gratis tilpon ke seluruh nomor di Jerman, maka untuk mendapat fasilitas yang sama melalui pre-paid kita butuh biaya 20 EUR (10 EUR untuk paket internet 300 Mb, dan 10 EUR lain untuk paket flatrate telefon).


Prosedur Mengambil Nomor?

Baik untuk yang prepaid maupun postpaid, kita perlu menunjukkan identitas berupa paspor (atau Aufenthaltstitel untuk yang Vertrag). Beberapa petugas counter kadang “mengerjai” pendatang baru dengan mengatakan harus memiliki ijin tinggal minimal setahun baru bisa mengambil sebuah nomor. Namun kenyataan tidak begitu. Jika anda menemui yang seperti itu, segera saja datangi counter yang lain. Jika tidak bisa juga, pesanlah melalui internet, maka kartu prepaid itu akan langsung dikirim ke rumah anda. Gratis tanpa ongkos kirim.

*) Berbeda dengan di Indo, kita tidak bisa menggunakan nomor telefon secara anonim di Jerman.


Berapa Besar Biaya Bulanan yang Disarankan?

Tergantung kebutuhan. Sebagai mahasiswa, sebagian besar dari kita tentu ingin berhemat, bukan?! Nah, maka pertimbangkan baik-baik kebutuhan kita itu apa. Seberapa sering kita bertelefon? Seberapa sering kita sms? Atau mungkin, kita lebih sering berselancar dengan internet? Mari simak fakta berikut ini :

"Sebagian besar dari kita menghabiskan waktu sekitar 50 hari untuk menunggu sebuah telefon.  Sebagian besar dari kita jauh lebih sering menggunakan Whatsapp atau aplikasi sejenisnya dibanding menggunakan SMS untuk mengirim pesan. Dan sebagian besar dari kita menggunakan HP untuk mengakses internet setiap hari."

Jadi, jika kita termasuk orang jenis di atas, yang kita butuhkan sebenarnya hanya paket internetnya saja, bukan?! Beruntung, Wifi diberikan sebagai fasilitas “wajib” baik oleh pihak pemberi sewa kamar kost maupun pihak Uni. Sebenarnya jika mau benar-benar berhemat, kita bisa menghabiskan kurang dari 10 EUR per bulan. Paket internet harian, yang harganya 1 EUR per hari itu, supaya berhemat  bisa kita aktifkan hanya ketika sedang jalan-jalan ke luar kota saja (untuk Android bisa melalui pengaturan di : Setting > Mobile Networks > Use packet data)


Membeli HP : Bayar Cash atau Cicilan?

Prosedur membeli HP secara cicilan kepada provider cukup populer di sini. Begitu juga dengan membeli secara cash (baik di Provider maupun di Amazon). Apa keuntungannya? Apa kerugiannya? Simak perbandingan berikut ini.

Cicilan : harga tampak murah (misal, dengan bayar dimuka 1 EUR sudah bisa bawa pulang S3), dan provider pasti memberikan penawaran menarik, berupa paket tilpon komplet versi Vertrag (selama 1-2 tahun) dengan harga jauh dibawah harga paket normal.

Cash :  Urusan langsung beres, dan kita tidak perlu memberitahu mereka akses pada rekening bank kita. Paket tilpon komplit yang murah itu, yang mereka bilang harus kontrak 1-2 tahun, untuk beberapa orang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan. Seperti sudah dibahas pada topik di atas sebelumnya.

Istilah-Istilah Penting Dalam Iklan sebuah Provider

Berikut kosakata bahasa Jerman yang selalu ada dalam penawaran iklan dari pihak Provider Telefon, untuk memudahkan kita-kita yang masih belum mahir berbahasa Jerman :
  • Aufladenummer : nomor kode rahasia pengisian pulsa
  • dt. Festnet : jaringan tilpon rumah di seluruh Deutschland
  • dt. Netze : Jaringan tilpon di seluruh Deutschland
  • feste : bersifat kaku, tidak bisa diubah dg alasan apapun
  • Flatrate : tarif flat
  • Grundgebuhr : biaya dasar paket tilpon
  • gunstig : valid
  • Guthaben : Pulsa
  • im Inland : di dalam negeri
  • im Ausland : di luar negeri
  • Kostenlos : gratis, tanpa biaya
  • Mobilfunknetz : jaringan tilpon bergerak (mobile)
  • per Bankuberweisung : melalui transfer Bank
  • SMSen : SMS-an
  • surfen : surfing di internet
  • Vertraglaufzeit : jangka waktu kontrak
  • Vorteile : keuntungan

1 comment: